Jakarta – Jumlah pelanggan seluler di Indonesia terus meraksasa. Dalam data terakhir, jumlahnya disebut sudah menembus angka 180 juta pelanggan.

Menurut Ketua Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI), Sarwoto Atmosutarno, industri seluler menjadi berkah bagi negara berkembang, tak terkecuali Indonesia. Hal itu lantaran kian terjangkau dan berkembangnya layanan seluler di tengah semakin kurang populernya layanan telepon tetap.

“Dari jumlah 180 juta pelanggan seluler, 95 persen di antaranya merupakan pelanggan Prepaid,” ujarnya, dalam acara pembukaan FKI-ICS 2010 Rabu (13/4/2010).

Selain itu dikatakan Sarwoto, revenue industri seluler telah menembus di atas Rp 100 triliun. “Industri ini terus tumbuh dilihat dari investasi industri saat ini US$ 2 miliar, dan jumlah BTS mencapai 100 ribu BTS, ” lanjutnya.

Tahun ini, menurut Sarwoto merupakan tahun-tahun konsolidasi. “Harus ada kerjasama yang lebih erat antara operator dan produsen- produsen gadget agar industri ini terus tumbuh,,” katanya.

Namun, dengan pertumbuhan yang tinggi ini industri tetap membutuhkan ajang untuk terus melakukan edukasi kepada pelanggan salah satunya melalui pameran Indonesia Cellular Show 2010.

“ICS dapat menjadi ajang untuk membantu menambah pengetahuan dan minat pengguna mengetahui teknologi terkini,” pungkas Sarwoto.

Iklan