Category: Humor


Doa Sebelum Makan

Nenek Van Danoe selalu mengajarkan kepada cucu-cucunya untuk berdoa sebelum tidur, bangun tidur termasuk doa seusai makan dsb. Setiap lafal doa antara kesempatan yang satu dengan yang lainnya selalu berlainan bunyinya. Untuk menerapkan peratuan doa-mendoa tersebut maka si cucu Pudin pada setiap kesempatan tertentu harus membaca doa khusus tersebut secara nyaring agar sang Nenek bisa mendengarkannya.
Pada suatu hari, sayup-sayup, si Nenek mendengarkan cucunya sedang berdoa di kamar mandi.
Betapa terkejutnya sang ayah sebab doanya yang dilantunkan sang cucu adalah doa khusus acara seusai makan.
“Cu… mengapa di kamar mandi kamu baca doa sesudah makan ?” tanya sang Nenek dengan penuh rasa ingin tahu.
Setelah hening sesaat terdengar suara dari kamar mandi
“Anu Nek …soalnya saya baru menelan …sabun mandi…” jawab sang cucu.

Iklan

Paijo karo Tukinem bede-bedean,

Paijo : “Nem, kewan opo sing endase koyo ulo, sikile koyo sikile gajah, awake koyo awae ayam tangane koyo tangane bajul?”
Tukinem : “Kewan opo yo…..kewan …gak eroh wis nyerah…”
Paijo : “Yo gak ono kewan koyo ngono iku nem, ngono kok dipikirno”
Tukinem : “Wah, raimu cak…cak”

Anakku sekolah neng TK B, bocahe wis pinter maca. Aku sueneng byanget. Sakwijining dina tak ajak blanja neng Giant, anakku njaluk jajan minuman ringan (softdrink).

Nek jajan neng njero iso langsung diombe soale wis dibayar neng kasir njero, nanging neng bungkus jajane ditempeli stiker “PAID” sing artine wis dibayar dadi gak bakal dietung maneh karo kasir sing njaba.

Terus tempelane mau diwaca karo anakku, trus dheweke ngomong , “Buk, aku gak gelem ngombe”.

Aku mendelik, pikirku wong njaluk jajan sing milih anakku dhewe kok gak gelem ngombe. Trus aku gomong, “Lha kenapa Nduk ?”

Trus anakku njawab, “aku kan pingin minuman sing manis Buk, kenapa minuman paid kok didol neng kene ?”

Le ayo ayo rame rame kita kumpul tapi gak kebo
Le duduk nyanyi tulo tulo ayo kabeh nyanyi yoo

*
Lali,lali lali lali,lali meneh syaire
Lali,lali lali lali,lali meneh syaire
Eling,eling eling elik,cumak eling kuncine
Eling,aku eling eling,cumak eling kuncine

**
C A minor D minor nang G nang C meneh
A minor D minor nang G nang C meneh
A minor D minor nang G nang C meneh

Mbalik nang *, **

C A minor D minor nang G nang C meneh
A minor D minor nang G nang C meneh
A minor D minor nang G nang C meneh
A minor D minor nang G nang C meneh
A minor D minor nang G nang C meneh
A minor D minor nang G nang C meneh

Nah wes teko C kita nang di meneh ki,
wes a kita nang C meneh ae (nang C meneh) ojok pusing-pusing
Tau nih koyoke nang C meneh wae (nang C meneh) ojok meloki

teruso
Berantakan iki seng entok (neng C meneh)
Ey seng bener wesa ganti iki
Nang C meneh neng C meneh (nang C minoor)

Dua orang anak laki-laki pergi ke swalayan. Seorang berumur 9 tahun, seorang lagi berumur 4 tahun. Anak yang berumur 9 tahun mengambil satu pak pembalut wanita dari rak dan membawanya ke kasir untuk membayar.

Kasir bertanya, “Ini untuk ibu kamu ya?”

Anak yang berumur 9 tahun menjawab, “Bukan, bukan untuk ibu saya.”

Tanpa berpikir, kasir tersebut merespon, “Hmm, berarti untuk kakak perempuan kamu?”

“Bukan untuk kakak perempuan saya.”

Kasir akhirnya menjadi penasaran, “Wah, kalau bukan untuk ibu atau kakak perempuan kamu, lalu pembalut ini untuk siapa?”

Anak tadi menjawab, “Ini untuk adik saya ini yang berumur 4 tahun.”

Kasir terkejut, “Adikmu yang berumur 4 tahun??!!”

Anak tadi menjelaskan, “Itu lho, di TV kan mengatakan bahwa jika kita memakai ini kita bisa berenang dan bersepeda, Adikku belum bisa berenang dan bersepeda.”

TV Tidak Pernah Memarahi Penontonnya
Sementara masih ada orang tua yang sedikit-sedikit maunya marah. Memang sih, maksudnya baik, tapi caranya mungkin yang kurang pas.

TV Ada Warnanya
Padahal ada juga sih, orang tua yang berwarna (maksudnya wajahnya jadi merah kalau lagi ngomel).

TV Bisa Menghibur
Orang tua juga mampu menghibur, tapi paling-paling hanya sampai 2 jam saja. Kalau TV kan bisa berjam-jam.

TV Tidak Banyak Bertanya
Kalau pun bertanya, si anak tidak perlu takut salah memberi jawaban karena TV-nya tidak mendengar jawaban mereka.

TV Tidak Pernah Menyuruh Bobo Siang
Kalau itu sampai terjadi, tentu saja TV-nya tidak ada yang nonton.

TV Tidak Pernah Menyuruh Mengepel Lantai
Meskipun ada iklan yang menggambarkan bagaimana cara mengepel lantai dengan baik dan benar.

TV Tidak Sering Tanya PR
Kecuali acara pendidikan. Selebihnya adalah pertanyaan: “Ke mana acara liburanmu besok?”

Ayah: “Bagaimana kamu bisa menyelesaikan paper sejarah itu?”

Anak: “Yah, profesor sejarah saya menyarankan agar saya menggunakan internet untuk penelitian, dan itu sangat membantu.”

Man: “Benarkah?”

Wanita: “Ya! Aku sudah menemukan 17 orang yang menjualnya!”

Seorang tentara Amerika yang baru saja terdaftar meminta Komandan agar bisa lulus ujian dalam waktu 3 hari.

Komandan mengatakan “Apakah kau gila, baru saja bergabung dengan tentara Amerika, dan sudah mau minta lulus dalam 3-hari? Anda harus melakukan sesuatu yang spektakuler untuk bisa memperoleh pengakuan itu!”

Jadi prajurit itu kembali sehari kemudian dalam sebuah tank Irak!

Komandan itu sangat terkesan, ia bertanya, “Bagaimana kau melakukannya?”

“Ya, saya melompat dalam sebuah tank, dan pergi menuju perbatasan dengan orang-orang Irak. Dan saya melihat sebuah tangki Irak. Aku mengibarkan bendera putih, tank Irak itu juga menaruh bendera putih ke atas. Saya berkata kepada prajurit Irak, “Apakah Anda juga ingin mendapatkan sertifikat kelulusan dalam tiga-hari? Jadi kita saling bertukar tank!”

Seorang remaja putri baru saja diberikan mobil oleh orang tuanya. Pada Sabtu malam dia pulang ke rumah sangat terlambat dari pesta.

Keesokan harinya ayahnya pergi ke halaman. Untuk mengambil koran dan kembali ke rumah sambil mengerutkan kening. Pada jam 11.30 pagi, ketika bangun tidur, gadis itu berjalan ke dapur, dan ayahnya bertanya, “Sayang, jam berapa kamu pulang?”

“Tidak ayah, aku tidak terlambat,” jawabnya gugup.

Dengan tenang, ayahnya berkata “Sayang, kalau begitu aku harus berbicara dengan loper koran karena menaruh koran di bawah ban mobil..”

“Saya pikir kepala sekolah kita sangat bodoh!” Kata seorang anak laki-laki kepada seorang gadis.
“Yah, kau tahu siapa aku?” Tanya gadis itu.
“Tidak,” jawab anak itu.
“Saya anak kepala sekolah,” kata gadis itu.
“Dan kau tahu siapa aku?” Tanya anak itu.
“Tidak,” jawabnya.
“Syukurlah,” kata anak laki-laki dengan napas lega sambil berlari.